Pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia sebentar lagi akan dihelat. Dua pasangan capres-cawapres bersiap untuk melakukan kompanye guna meraih simpatisan publik.
Kemenangan Jokowi atas Prabowo lima tahun silam rupanya tidak menghalangi niat Prabowo untuk kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden periode berikutnya.
Prestasi politik Jokowi memang luar biasa. Bermula dari daerahnya sendiri sebagai wali kota Solo, kemudian Jokowi berhasil menduduki kursi nomor satu di DKI. Tidak lama berselang, dia pun berhasil meraih kedudukan sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Jokowi yang dikenal merakyat yang mau turun langsung ke jalanan, ternyata ampuh meraih simpatik hati masyarakat. Strategi politik ini sangat manjur mengalahkan lawan-lawan politiknya dalam pemilu.
Sekalipun lawan politik Jokowi selalu ketar-ketir melihat strategi kemenangan Jokowi yang begitu cemerlang, namun mereka masih bisa merasa lega. Hal itu disebabkan karena Jokowi hanya berpolitik sendiri. Artinya, dia tidak melibatkan anak-anak dan keluarganya.
Berbeda dengan para pemimpin sebelumnya, anak-anak Jokowi lebih memilih bekerja sebagai pengusaha. Gibran, Kahiyang dan Kaesang, mereka memilih sebagai wirausahawan muda di bidang kuliner. Usaha mereka pun jauh dari kata ‘minta proyek’ kepada sang bapak.
Tidak adanya dinasti penerus kiprah politik Jokowi dalam keluarganya, besar kemungkinan saat Jokowi pensiun dari jabatannya maka posisi bisa digantikan oleh lawan. Namun sebaliknya, jika salah satu keluarga Jokowi terjun ke politik meneruskan kiprah bapaknya, bukan tidak mungkin kemenangan pun akan diraih.
Sebab sejatinya buah tak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Jika Jokowi memimpin secara kerakyatan maka anak keturunannya pun demikian.
featured,politik
capres-cawapres,gibran-rakabuming,jokowi,prabowo
capres-cawapres,gibran-rakabuming,jokowi,prabowo
Artikel yang berjudul “Politik Jokowi Non Dinasti, Lawan Merasa Lega” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment