Suhu tubuh manusia yang normal pada berkisar antara 36,5 sampai dengan 37,5 derajat Celsius. Suhu tubuh yang meningkat hingga di atas 37,5 derajat Celsius berarti seseorang mengalami kondisi yang disebut dengan demam.
Akan tetapi, pada beberapa orang, suhu tubuh tinggi tidak melulu menunjukkan sakit atau demam. Ada beberapa keadaan mengapa tubuh dapat menjadi lebih hangat atau bahkan selalu hangat. Salah satunya adalah laju metabolisme. Setiap orang mempunyai laju metabolisme yang berbeda. Laju metabolisme memberi dampak pada jumlah panas yang diproduksi.
Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Misalnya adalah kemampuan produksi hormon, gangguan organ, aktivitas sehari-hari, hingga pola makan sehari-hari. Hal tersebut dapat mempengaruhi suhu tubuh apakah menjadi lebih dingin atau lebih hangat.
Hubungan suhu tubuh panas dengan penyakit
Tubuh yang panas dapat menandakan adanya penyakit tertentu. Suhu tubuh yang panas dapat menjadi pertanda penyakit hipertiroidisme. Hipertiroidisme adalah sebuah kondisi di mana tubuh terasa hangat di karenakan kadar hormon tiroksin yang sangat tinggi. Hormon tiroksin merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Hormon ini mempunyai peran dalam berbagai proses metabolisme.
Gangguan pada hormon ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada proses metabolisme tubuh. Suhu tubuh pun dapat meningkat menjadi lebih tinggi dari suhu tubuh normal.
Hipertiroidisme terutama lebih cenderung terjadi pada wanita. Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai usia, bahkan anak-anak. Akan tetapi, biasanya muncul pada usia muda sekitar umur 20-40 tahun.
Selain hipertiroidisme, beberapa gejala lain juga dapat ditandai dengan keadaan suhu tubuh yang hangat. Misalnya adalah trauma kepala hingga reaksi alergi. Selain itu, mungkin saja tubuh yang dingin merupakan pertanda leukimia, disfungsi hipotalamus, hingga terjadi ketidakseimbangan hormonal. Bahkan dalam beberapa hal, tubuh yang hangat dapat menjadi pertanda stres atau kecemasan.
Akan tetapi, jika tubuh hangat berlangsung dalam waktu yang lama tanpa menimbulkan keluhan apapun, kemungkinan besar hal tersebut merupakan sesuatu yang normal. Contoh demikian merupakan variasi suhu tubuh antar individu.
Dalam beberapa kondisi, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter apabila terdapat beberapa keluhan seperti: mual dan muntah, demam tinggi, penurunan kesadaran, kejang, kaku leher, gelisah, gangguan penglihatan, gangguan berjalan, hingga kesulitan untuk berbicara.
Dokter akan menanyakan riwayat keluhan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang menunjang seperti pemeriksaan darah, kadar elektrolit, hingga pemeriksaan fungsi tiroid.
Ada beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah suhu tubuh hangat ini di antaranya istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan yang bergizi, termasuk mengonsumsi air putih yang cukup. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari konsumsi makanan pedas dan juga kafein dan alkohol. Hal yang juga penting adalah selalu mengelola stres dengan bijak.
Sumber: thepanicchannel.com
health
suhu-tubuh-hangat,suhu-tubuh-tidak-normal,tubuh-panas
suhu-tubuh-hangat,suhu-tubuh-tidak-normal,tubuh-panas
Artikel yang berjudul “Suhu Tubuh Hangat Terus Menerus, Apa Penyebabnya?” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment