Tahukah Kamu Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami? Berikut Jawabannya! - Ide Nasional

Breaking

Monday, October 15, 2018

Tahukah Kamu Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami? Berikut Jawabannya!

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan TsunamiSemakin hari semakin banyak kita dengar kejadian gempa bumi yang melanda daerah di Indonesia. Gempa bumi yang terjadi bukan hanya gempa bumi biasa, namun seringkali menimbulkan potensi tsunami.

Gempa bumi yang baru-baru ini terjadi adalah gempa bumi di Lombok dan Palu. Bahkan gempa bumi di Palu sempat menimbulkan tsunami yang meluluh lantakkan sebagian dari pesisir di Palu. Korban yang berjatuhan akibat gempa bumi di  Lombok dan Palu juga sangat banyak.

Ketika terjadi gempa bumi, masyarakat pun diminta untuk waspada juga akan potensi terjadinya tsunami karena pada umumnya, tsunami selalu terjadi setelah adanya gempa. Tapi tahukah kamu bagaimana proses terjadinya gempa bumi dan tsunami? Mengapa bisa terjadi secara bersamaan?

Bumi memiliki banyak lapisan kerak di dalamnya yang membentuk lempengan. Setiap jenis lempengan bumi ini mempunyai beberapa pergerakan yang dibagi menjadi beberapa jenis, yakni konvergen, divergen, transformasi, dan pertemuan simpang tiga.

Dari jenis gerakan lempengan tersebut, pertemuan simpang tiga adalah yang paling perlu dapat perhatian penting karena menimbulkan guncangan dan kerusakan yang lebih besar dibandingkan dengan pergerakan jenis lain.

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi bisa terjadi karena pergerakan lempengan bumi yang ada di dalam lapisan bumi, karena sesar naik atau turun, bahkan sesar datar. Namun proses terjadinya gempa bumi dan tsunami secara bersamaan terjadi karena adanya sesar naik atau sesar turun.

Ketika sesar mengalami pergerakan naik atau turun, maka daratan yang ada dia atasnya akan mengalami guncangan akibat pergerakan lempengan. Inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Proses Terjadinya Gempa Bumi Dan Tsunami

Gerakan sesar naik atau turun ini juga akan menyebabkan guncangan air laut yang hebat. Jumlah air laut yang meluap hingga ke daratan sendiri terjadi jika pusat gempa berada di kedalaman laut kurang dari 60 km. Meluapnya air laut hingga ke daratan inilah yang menyebabkan terjadinya tsunami.

Tsunami tidak akan terjadi jika pusat gelap berada di dalam daratan. Kedalam laut yang lebih dari 60 km juga sangat kecil kemungkinannya untuk menimbulkan tsunami.

Indonesia berada di atas 3 lempengan, yakni lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia. Pertemuan ketiga lempeng ini berada tepat di bawah Indonesia. Maka dari itu, Indonesia akan sering mengalami gempa bumi karena ketiga lempeng ini sangat aktif dan bisa bergerak kapan saja.

Namun tsunami sangat jarang terjadi karena pusat gempa yang ada di Indonesia kebanyakan berada di kedalaman laut lebih dari 60 km sehingga guncangan yang dihasilkan lebih mudah teredam dan air laut tidak mudah meluap hingga ke daratan.

Ketika persimpangan ketiga lempeng bergerak, maka akan menimbulkan guncangan yang lumayan dahsyat sehingga beresiko terjadinya kerusakan yang lumayan besar pula.

Berdasarkan penjelasan di atas, nampak bahwa gempa bumi tidak selalu datang secara bersamaan. Namun jika terjadi tsunami, biasanya akan selalu didahului oleh gempa bumi terlebih dahulu.

Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan menambah wawasan kita tentang fenomena alam yang semakin sering terjadi. Terima kasih.

featured,news

bencana,gempa-bumi,indonesia,musibah,tsunami

bencana,gempa-bumi,indonesia,musibah,tsunami


Artikel yang berjudul “Tahukah Kamu Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami? Berikut Jawabannya!” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment