Ternyata Ini Alasan Kenapa Ketika Sholat Dzuhur Imam Tidak Mengeluarkan Suara! - Ide Nasional

Breaking

Tuesday, October 30, 2018

Ternyata Ini Alasan Kenapa Ketika Sholat Dzuhur Imam Tidak Mengeluarkan Suara!

Shalat adalah tiang agama dan merupakan salah satu rukun Islam. Bagi Muslim yang tidak melaksanakan shalat, maka akan diragukan keimanannya. Dalam pelaksanaannya, dikenal jahar dan sirri. Jahar adalah shalat yang dikeraskan bacaannya, sedangkan sirri adalah shalat yang dipelankan suaranya.

Shalat yang dikeraskan suaranya disunnahkan dilakukan pada shalat Subuh dan dua rakaat pertama pada shalat Maghrib dan Isya. Sedangkan shalat yang dipelankan suaranya ada pada Zuhur dan Ashar. Lalu mengapa harus mengeraskan dan memelankan suara? Hal ini berkaitan dengan cara Rasul shalat.

Allah ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً(الأحزاب:21)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Qs. 33:21)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

وصلوا كما رأيتموني أصلي

“Dan sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (Muttafaqun ‘alaihi)

An-Nawawy rahimahullahu berkata:

المنفرد كالإمام في الحاجة إلى الجهر للتدبر، فسنَّ له الجهر كالإمام وأولى؛ لأنه أكثر تدبرًا لقراءته

“Orang yang sholat sendirian seperti imam dalam hal kebutuhan kepada mengeraskan suara untuk tadabbur (merenungi ayat), maka disunnahkan baginya juga mengeraskan bacaan surat seperti imam, bahkan lebih berhak, dikarenakan dia lebih bisa merenungi terhadap apa yang dia baca.” (Al-Majmu’ 3/355)

Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu juga mengatakan:

يشرع له ذلك كما يشرع للإمام وذلك سنة لكن لا يرفع رفعا يؤذي من حوله من المصلين أو الذاكرين أو النائمين ، لأحاديث وردت في ذلك

“Hal demikian (mengeraskan bacaan surat) bagi orang yang sholat sendirian disyari’atkan, sebagaimana disyari’atkan untuk imam, ini adalah sunnah, akan tetapi jangan terlalu mengangkat suara sehingga mengganggu orang sekitar, baik yang sedang sholat, sedang berdzikir, atau yang sedang tidur.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Syeikh Bin Baz 11/237)

Disebutkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى بِنَا فَيَقْرَأُ فِى الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فِى الرَّكْعَتَيْنِ الأُولَيَيْنِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَتَيْنِ وَيُسْمِعُنَا الآيَةَ أَحْيَانًا وَكَانَ يُطَوِّلُ الرَّكْعَةَ الأُولَى مِنَ الظُّهْرِ وَيُقَصِّرُ الثَّانِيَةَ وَكَذَلِكَ فِى الصُّبْحِ

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah shalat bersama kami. Pada shalat Zuhur dan Ashar, beliau membaca al-Fatihah dan dua surat di rakaat pertama. Sesekali beliau memperdengarkan ayat yang beliau baca. Adalah beliau memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dari shalat Zuhur dan memendekkan pada rakaat kedua, begitu juga saat shalat Shubuh.”

Allah SWT juga berfirman, “Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah diantara keduanya itu.” (QS Al Isra 110)

Namun bagi mereka yang tidak mengeraskan suara pada saat shalat Zuhur dan Ashar, maka tidak mengapa dan shalatnya tetap sah.

Qatadah rahimahullah berkata:

من صلى المغرب فقرأ في نفسه فأسمع نفسه أجزأ عنه

“Barangsiapa yang sholat maghrib, kemudian membaca dengan sirriyyah (tidak mengeraskan suara), memperdengarkan kepada dirinya sendiri maka sudah mencukupi.” (Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq di dalam Al-Mushannaf 2/110)

Itulah penjelasan mengenai alasan mengapa bacaan pada shalat Zuhur dipelankan. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

islam

agama,bacaan-shalat,dalil,islam,shalat

agama,bacaan-shalat,dalil,islam,shalat


Artikel yang berjudul “Ternyata Ini Alasan Kenapa Ketika Sholat Dzuhur Imam Tidak Mengeluarkan Suara!” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment