Amien Rais dan Kontroversi Jewer Muhammadiyah - Ide Nasional

Breaking

Wednesday, November 21, 2018

Amien Rais dan Kontroversi Jewer Muhammadiyah

Respons berbeda muncul dari Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. Dia menilai, pernyataan Amien Rais adalah hal yang biasa. Menurut dia, hal itu merupakan bagian dari demokrasi.

“Ini kan negara demokrasi. Sah-sah saja,” ucap Anwar kepada Ide Nasional, Rabu (21/11/2018).

Dia menuturkan, apa yang disampaikan Amien tersebut tidak masalah. Meskipun konteksnya adalah ingin menjewer telinga Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir.

“Ini biasa saja. Kan, Pak Amien itu orang tua. Kalau orang yang sudah tua biasa saja bicara seperti itu. Saya jewer itu, biasa saja. Enggak ada masalah, coba tanya Pak Haedar pasti enggak masalah itu,” tukasnya.

Menurut Anwar, secara organisasi jelas Muhammadiyah harus bersikap netral. Namun, secara pribadi keanggotaan tidak boleh tidak bersikap.

“Sementara Pak Amien bicara dalam ranah pribadi dari anggota Muhammadiyah,” ucap Anwar.

Karena itu, kata dia, tidak ada yang salah dalam ucapan Amien Rais. Karena memang itu omongan sesepuh.

“Memang Beliau adalah sesepuh kami. Jadi, kalau Beliau berkata demikian, maka umumnya warga Muhammadiyah tidak akan ada yang merasa tersinggung, termasuk saya yakin Pak Haedar sendiri,” jelas Anwar.

Sikap netral Muhammadiyah di Pilpres sebenarnya sudah dilontarkan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah  Haedar Nashir saat bertemu dengan sejumlah pimpinan PBNU di Gedung PP Muhammadiyah 31 Oktober lalu.

Haedar mengatakan, Muhammadiyah secara organisasi tidak ada dalam upaya mendukung salah satu pasangan calon di Pilpres 2019.

“Muhammadiyah maupun NU netral dari politik,” ucap Haedar di kantornya, Jakarta, Rabu 31 Oktober 2018.

Jika ada anggota-anggotanya yang berada di satu kubu, menurut dia itu hal biasa dalam politik. Tapi tidak ada yang membawa nama organisasi.

“Bahwa ada anggota-anggotanya, itu kan biasa dari pemilu ke pemilu. Dan itu tidak membawa nama organisasi, karena itu kami tegaskan tidak ada kesan Muhammadiyah dan NU berada dalam posisi,” jelas Haedar.

Dia menuturkan, jika ada yang berbeda pandangan, itu jelas diluar garis organisasi.

“Muhammadiyah dan NU dalam posisi politik yang berbeda dalam menghadapi Pemilu, karena ini wilayah yang ada di luar garis Muhammadiyah dan NU,” pungkasnya.

 

 


Artikel yang berjudul “Amien Rais dan Kontroversi Jewer Muhammadiyah” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment