Komik siksa neraka bukanlah hal asing bagi generasi 90-an bahkan komik ini mampu menjadi salah satu momok yang sangat menakutkan bagi anak-anak yang berani melanggar norma agama. Bagaimana tidak? Dari judulnya saja sudah seram apalagi isinya. Tentu tema dan jalan cerita yang diangkat dalam komik ini adalah mengenai kisah orang-orang yang kerap berbuat dosa hingga pada akhirnya mereka mendapat siksaan yang sangat pedih di neraka, sesuai dengan perbuatan dosa yang mereka perbuat. Tak heran bila unsur gore dalam komik ini terasa begitu kental.
Di dalam komik yang melegenda ini, pembaca akan disuguhi gambaran-gambaran orang yang sedang disiksa di neraka. Mungkin akan terasa ngilu bagi beberapa pembaca karena gambar-gambar yang penuh siksaan itu tergambar dengan sangat frontal dan tak ada sensor sama sekali! Tubuh wanita telanjang yang sedang digantung dan ditusuk besi panas, lidah terpotong, perut yang meledak, mulut sobek, potongan tubuh yang berantakan, kepala buntung yang dihantam besi panas, semua jenis siksaan lengkap terpampang jelas di dalamnya.
Herannya, meski isinya sangat menakutkan untuk sekelas komik anak-anak, komik ini justru sangat laris manis pada jamannya dengan mayoritas pembaca dibawah umur 13 tahun. Bahkan dari segi penampilan pun tak ada aura manisnya. Hanya bagian cover saja yang berwarna, selebihnya hanya berupa lembaran-lembaran kertas tipis yang hitam putih. Wajar sih, ada harga ada kualitas. Tak heran kalau komik ini dihargai senilai dua sampai lima ribu rupiah. Komik ini juga mudah sekali didapat anak-anak karena biasanya dijajakan oleh pedagang keliling yang ada di sekolah-sekolah dasar. Contohnya abang-abang tukang agar.
Menelusuri kisah perjalanan komik antimainstream ini tak begitu banyak lika-liku. Pustaka Agung Harapan dan Sandro Jaya adalah dua dari sekian banyaknya penerbit yang gencar menerbitkan komik-komik siksa neraka. Lo juga mau tahu kan, siapa sih orang dibalik komik ini?
Dilansir dari berbagai sumber, komik ini ternyata digambar oleh Ema Wardhana dengan penulis cerita MB Rahimsyah. Karya mereka dibayar dengan sistem jual putus. Nah, jika dilihat dari tujuannya komik ini sebenarnya bagus loh, yaitu untuk mengingatkan pembaca agar selalu berbuat kebaikan. Dan efeknya? 100% ampuh bikin anak-anak yang suka baca komik ini takut dosa tapi sekaligus bikin nagih!
Twitter. Com
Loh kok bisa? Ya bayangin aja, sekali beli malah pengen beli lagi saking penasaran sama jalan cerita siksaan selanjutnya. Meski banyak terdapat gambar yang mungkin sebenarnya bisa dikategorikan pada unsur pornografi (seperti gambar wanita telanjang) dan unsur kekerasan ala-ala psikopat, namun faktanya hal tersebut tidaklah menjadi pusat perhatian di jamannya. Anak-anak yang membacanya pun kebanyakan hanya memusatkan pikirannya pada jalan cerita dan pedihnya siksa neraka tanpa terpengaruh oleh dua unsur tersebut. Yang ada dipikiran mereka hanyalah rasa takut akan teror komik ini.
Mungkin keadaan ini akan berbeda bila komik siksa neraka ngehits di era millennial. Bisa jadi dua unsur tersebut jadi hal yang banyak diperbincangkan di media sosial alias viral.
Dan bisa jadi, komik ini dicekal penerbitannya mengingat kandungan dua unsur tersebut yang dianggap sangat riskan bagi psikologi anak-anak di jaman sekarang. Mau tak mau, komik ini harus merubah orientasinya agar tak memangsa pembaca kelas anak-anak. Sensor sana sini pun pasti banyak memenuhi tiap halaman. Tak hanya itu, penggambaran dunia neraka dalam komik ini pun pasti akan jadi bahan perdebatan yang cukup sengit bagi beberapa kalangan yang punya pandangan berbeda. Pro dan kontra pasti bakal ada.
Penilaian mengenai gaya gambar komik ini juga dipastikan hanya akan mendapat banyak cercaan ketimbang menilik fungsinya karena secara keseluruhan komik ini hanya terfokus menyuguhkan gambar-gambar mengerikan tanpa punya isi cerita yang lebih berbobot. Kesannya hanya untuk jadi kepuasan mata 90% dan 10% nya baru alur cerita. Ditambah lagi kualitas cetak yang tak mumpuni. Mungkin beberapa orang akan berpendapat jika komik ini adalah komik anime gore versi lokal, namun dengan beberapa tingkat dibawahnya.
Nah, sekarang ini justru sinetron azab-azaban tengah viral di masyarakat. Bayangkan jika komik siksa neraka ikutan viral di jaman sekarang, mungkin bakal jadi pesaing baru sinetron azab dalam ajang merebut gelar bintang sosmed. Lucunya, netizen diramalkan bakal menjadikan komik siksa neraka ini bahan guyonan di media sosial layaknya sinetron azab!
Nah, buat lo yang kangen sama komik siksa neraka ini alias mantan pembacanya, gak usah khawatir, faktanya beberapa situs belanja online masih banyak yang jual komik pemicu trauma ini. Yang pasti bukan keluaran terbaru karena nih komik pun udah lama gulung tikar. Sekali pun ada, itu hanya terbitan lama yang masih banyak stoknya. Ya gapapa sih, itung-itung buat bahan nostalgia lo yang suka baca dulu. Cuma bedanya mungkin sekarang lo lebih pakai akal dan keyakinan saat membacanya ketimbang ketakutan gak jelas cuma gara-gara disuguhi gambar-gambar menyeramkan. Ya kan?
nostalgia
agama,komik,komik-90an,siksa-neraka
agama,komik,komik-90an,siksa-neraka
Artikel yang berjudul “Bagaimana Reaksi Netizen, Jika Komik “Siksa Neraka” Hits di Era Millennial?” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment