Musim liburan seringkali disambut dengan sukacita oleh banyak orang. Waktu yang sehari-harinya digunakan untuk bekerja, bisa dihabiskan bersama keluarga saat liburan. Namun, berbeda dengan beberapa orang lainnya yang justru memanfaatkan musim libur sebagai waktu yang tepat untuk meraup keuntungan.
Hal ini biasa terjadi pada para wirausaha kuliner khas daerah. Para pedagang tersebut, biasanya berlomba menjajakan kuliner khas daerahnya pada para wisatawan. Hal demikian terjadi di Kabupaten Gunungkidul, yang terletak di sebelah selatan Provinsi Yogyakarta.
Daerah ini terkenal karena wisata karstnya dan juga pantai pasir putihnya. Namun, satu yang tak boleh dilewatkan para wisatawan adalah berbagai kuliner di daerah ini.
Meski merupakan kawasan yang berada di daerah tinggi, kawasan ini menjadi idola karena berbagai kekayaan objek wisata alam dan juga wisata kulinernya. Berikut empat kuliner olahan yang tak boleh dilewatkan oleh wisatawan!
1. Belalang
Daerah Kabupaten Gunungkidul memiliki kuliner khas berupa olahan belalang. Hewan bertubuh kecil ini masuk dalam kategori serangga. Binatang ini juga merupakan herbivora yang diketahui banyak mengandung sumber protein dan lemak.
Olahan belalang cukup sederhana, karena biasanya hanya dengan bumbu bawang dan garam, lalu digoreng. Rasa gurih belalang kadang dipadukan dengan sambal sangat cocok sebagai camilan atau bahkan untuk lauk makan. Selain digoreng, belalang juga bisa dibuat olahan lain seperti sambal, bothok (sambal kelapa), dan oseng belalang.
Kadang-kadang, pedagang yang kreatif membuat olahan belalang goreng dengan beberapa variasi rasa seperti pedas, manis, atau balado.
2. Thiwul
Kuliner yang tak boleh dilewatkan di Gunungkidul adalah thiwul. Makanan ini diolah dari tepung yang berasal dari ketela atau singkong. Tepung tersebut biasanya disebut dengan glepung. Proses pembuatannya pun sebenarnya cukup sederhana.
Selain itu, thiwul juga memiliki kandungan kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi. Banyak wisatawan domestik atau bahkan mancanegara yang membelinya untuk dibawa pulang. Saat ini pun ada thiwul instan yang bisa dibawa tanpa takut kadaluwarsa atau basi karena thiwul instan ini tahan lama.
3. Gatot
Selain thiwul, ada pula gatot yang juga makanan berasal dari olahan ketela atau singkong. Bedanya, gatot ini berasal dari ketela yang diawetkan. Proses pengawetan tersebut menghasilkan suatu jenis olahan yang disebut gaplek.
Gaplek ini yang kemudian diolah kembali menjadi gatot. Warna olahan gatot biasanya hitam atau coklat dan rasanya manis. Umumnya gatot dihidangkan dengan taburan parutan kelapa di atasnya.
4. Puli atau Gendar
Satu lagi yang tak boleh dilewatkan adalah puli. Makanan ini merupakan olahan nasi yang diberi obat khusus atau biasa disebut ‘obat puli’. Tapi tenang, obat itu tidak berbahaya jika digunakan sesuai dengan takarannya. Puli merupakan makanan empuk berwarna putih yang rasanya gurih.
Beberapa orang memadukan puli ini dengan tempe bacem. Selain itu, puli juga bisa dimakan dengan digoreng terlebih dahulu dengan tepung terigu. Konon, jika dinimkati dengan teh hangat, puli goreng merupakan teman yang tepat.
Empat hal tersebut merupakan makanan khas Kabupaten Gunungkidul yang tak boleh dilewatkan jika berkunjung ke pantai atau berwisata ke hamparan karst di Yogyakarta.
kuliner
kuliner-khas-jogja
kuliner-khas-jogja
Artikel yang berjudul “Empat Kuliner Khas Gunungkidul yang Wajib Dicoba!” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment