Larangan Pembakaran di Area Hutan di Brasil selama 60 Hari - Ide Nasional

Breaking

Friday, August 30, 2019

Larangan Pembakaran di Area Hutan di Brasil selama 60 Hari

Presiden Brasil Mengeluarkan Larangan Pembakaran di Area Hutan selama 60 Hari

Jair Bolsonaro, Presden Brasil, mengajak negara tetangganya untuk menjaga kelestarian hutan Amazon. Presiden Brasil tersebut rencananya akan bertemu dengan beberapa kepala negara lainnya di Amerika selatan. Hal itu dilakukan untuk menetapkan kebijakan untuk  melindungi hutan Amazon.

Dirinya mengehendaki agar maslah kebakaran yang melanda hutan amazon tetap terelesaikan dengan sambil menghormati kedaulatan nasional. Bolsanaro megnatakan bahwa pertemuan yang berlangsung dengan beberapa kepala negara amerika Selatan tersebut akan dilaksanakan pada 6 September. Kota Leticia di kolombia akan menjadi tempat pertemuan.

Bolsanaro sendiri menetapkan larangan 60 hari terkait terbakarnya hutan amazon. Larangan tersebut untuk menanggapi krisis yang terjadi akibat kebakaran hutan di Amazon. Dekrit tersebut dikeluarkan setelah tekanan internasional terhadap brasil terkait terbakarnya hutan amazon. Larangan tersebut melarang semua penggunaan api di hutan amazon.

Larangan tersebut diberlakukan untuk semua kecuali untuk kegiatan pertanian masyarakat adat di dalamnya. Bolsanaro sendiri menekankan bahwa larangan tersebut hanya bersifat sementara. Menurutnya, para petani masyarakat adat di hutan amazon mempunyai hak untuk bertani dan membakar di tanahnya sendiri.

Akibat tekanan Internasional, pemerintah Brasil mengeluarkan beberapa kebijakan pada pekan depan. Meskipun belum jelas secara rinci kebijakan apa yang akan dikeluarkan, pemerintah Brasil diharapkan bisa mengatasi deforestasi yang bisa memicu kebakaran hutan Amazon. Kendati demikian, aktivis lingkungan masih ragu terhadap kebijakan yang dikeluarkan Bolsanarru tersebut tertuama terkait pelarangan pembakaran 60 hari.

Mereka meyakini bahwa pelarangan tersebut tidak akan berhasil. Menurut Rodrigo Junqueira dari Socio Enviromental Institue mengatakan bahwa oraang yang terlibat pembakaran tanpa lisensi tidak akan patuh. Tidak hanya para aktivis, Masyarakat Brasil juga ragu akan efektivitas larangan pembakaran tersebut selama 60 hari.

World Wildlife Fund (WWF) menuturkan bahwa Brasil memiliki Undang – Undang dan alat mendeteksi deforestasi dan pembakaran illegal. Kekurangannya adalah masalah penegakan hukum. Menurut para ahli, masalah lingkungan terkait pembukaan lahan pada musim kemarau menimbulkan masalah kebakaran hutan.

Lebih dari 1.600 kebakaran baru terjadi sejak selasa 27 Agustus 2019 hingga rabu 28 Agustus 2019. Kebakaran hutan amazon menjadi perhatian khusus Internasional. Antonio Guterres, Ketua Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan pertemuan dengan beberapa negara kunci untuk menggalang dukungan mengatasi kebakaran di Amazon.

Pada sebelumnya, Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 juga telah menyepakati gelontoran dana sebesar US$ 22 Juta untuk mengatasi kebakaran hutan Amazon. Bantuan tersebut muncul setelah terkjadi perselisihan antara Bolsanaro dengan presiden Perancis Emmanuel Macron yang  mana Bolsanaro menuduh perancis dan Jerman mencampuri kedaulatan Brasil setelah G7 menawarkan bantuan dana.

Kebakaran Hutan merupakan masalah serius, karena hutan sendiri termasuk paru – paru dunia yang ikut menjaga iklim di bumi dan tentunya hutan sebagai produsen Oksigen yang paling signifikan. Kebakaran hutan di amazon menyisahkan banyak sekali tantangan terutama di dalam menangani dan memadamkan kebakaran tersebut.

Sumber : cnnindonesia.com

internasional

60-hari,brasil,hutan,hutan-amazon,larangan,larangan-pembakaran-di-area-hutan-di-brasil-selama-60-hari,pembakaran

60-hari,brasil,hutan,hutan-amazon,larangan,larangan-pembakaran-di-area-hutan-di-brasil-selama-60-hari,pembakaran


Artikel yang berjudul “Larangan Pembakaran di Area Hutan di Brasil selama 60 Hari” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment