4 Pembagian Catur Warna Dalam Agama Hindu dan Penjelasannya! - Ide Nasional

Breaking

Saturday, September 21, 2019

4 Pembagian Catur Warna Dalam Agama Hindu dan Penjelasannya!

4 Catur Warna Dalam Hindu

Dalam agama Hindu kita sering mendengar istilah kasta yang biasanya digunakan sebagai tingkatan derajat dari seseorang. Kasta dalam agama Hindu sendiri dibedakan menjadi dua yaitu catur kasta dan catur warna. Kalau catur kasta sendiri merupakan perbedaan yang dibuat saat bangsa arya untuk mempertahankan ras.

Sedangkan untuk catur warna sendiri yaitu empat golongan berdasarkan fungsinya dan yang tidak bersifat statis namun dinamis. Jadi , untuk pengertian catur warna ini tidak berarti bisa diturunkan kepada keluarganya. Seperti ayah brahmana bukan berarti anaknya seperti ayahnya menjadi brahmana. Di Indonesia catur warna digunakan di wilayah Bali. Dimana disana diterapkan sistem kasta tersebut.

Catur warna dalam bahasa Sansekerta berasal dari kata Catur yang berarti empat dan kata warna yang berasal dari urat kata Wr (baca: wri) artinya memilih. Catur warna secara harfiah berarti empat pilihan hidup atau empat pembagian dalam kehidupan berdasarkan atas bakat. Pilihan hidup catur warna bisa dalam pekerjaan dan kepemimpinan seseorang.

Selain itu, perjalanan hidup seseorang catur warna cenderung kepada sistem yang tertutup yang biasa disebut catur wangsa atau turunan darah. Untuk lebih jelasnya tentang apa itu catur warna dan bagaimana penerapannya di dalam masyarakat Hindu sendiri. Simak ulasannya berikut ini :

1. Brahmana

Dalam warna yang ada pada brahmana disimbolkan berwarna putih. Kasta brahmana diidentikan dengan orang-orang yang menekuni kegiatan spiritual dan pembinaan rohani. Atau lebih dikenal dengan rohaniawan yang mengurusi sembahyang umat Hindu.

Disamping itu, kasta brahmana juga bisa disebut dengan para cendekiawan Hindu yang bergelut tentang ilmu keagamaan yang dianut dalam ajaran hindu.

2. Ksatria

Untuk kasta yang satu ini menjadi kasta yang lebih terkenal sebagai pelindung umat Hindu. Pasalnya dalam kasta ksatria merupakan orang-orang yang bergelut di bidang keamanan.

Dapat dikatakan kalau kasta ksatria sendiri merupakan para pemimpin dalam pemerintahan yang bertugas mengatur dan mensejahterakan rakyat. Jika dipakai untuk profesi pada masa kini kasta ksatria bisa dikatakannya seperti guru , polisi, pegawai negeri dan tentara.

3. Waisya

Kasta waisya salah satu kasta yang mempunyai peran menggerakkan perekonomian daerah. Waisya menjadi peran penting bagi ekonomi kerakyatan yang ada di sesuatu tempat.

Di kasta waisya sering disebut dengan para pengusaha, pedagang , investor dan pembisnis yang sudah mempublikasikan banyak karyawan.

4. Sudra

Terakhir ada kasta sudra yang digambarkan sebagai orang yang bekerja dalam mengandalkan jasmani maupun rohani untuk melayani. Kasta ini sering disebut dengan para pelayan ataupun buruh yang bekerja berdasarkan tenaga mereka.

Selain itu, kasta sudra intinya sendiri adalah para pekerja yang menggunakan tenaga atau otot mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Demikianlah 4 jenis warna kasta dalam agama Hindu yang diterapkan di Bali. Semoga bermanfaat.

hindu

agama-hindu,catur-warna,hindu-di-bali,tirta-agama-hindu,upacara-agama-hindu

agama-hindu,catur-warna,hindu-di-bali,tirta-agama-hindu,upacara-agama-hindu


Artikel yang berjudul “4 Pembagian Catur Warna Dalam Agama Hindu dan Penjelasannya!” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment