Terjadinya gempa di Maluku dengan kekuatan 6,8 magnitudo pada hari Kamis (26/09/2019) yang mengakibatkan sejumlah bangunan dan rumah-rumah roboh mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.
Akibat gempa tersebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menemukan 20 orang meninggal.
Tetapi, setelah penelusuran kembali, jumlah korban jiwa meningkat dan bertambah menjadi 30 orang meninggal dunia dan 156 orang luka-luka. Banyaknya korban yang meninggal dan luka-luka ada di daerah Kabupaten Maluku Tengah. Dimana di temukannya 14 koran meninggal dan 108 luka-luka.
Menurut laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai hari ini tepatnya pagi hari pukul 05.00 WIB, telah ditemukannya 10 korban tewas dan 31 luka-luka. Dan di daerah Kabupaten Seram Bagian Barat menelan 17 korab jiwa.
Sampai dengan saat ini para tim reaksi cepat yang ditugaskan dari pihak BNPB akan berusaha terus untuk menyuplai bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) di beberapa tempat lokasi gempa.
Sampai saat ini BPPD provinsi kota Maluku, Ambon bagian barat kabupaten Seram dan bagian tengah kabupaten Maluku masih terus melakukan pendataan korban-korban yang meninggal ataupun yang terluka.
Di tegaskan sebelumnya oleh walikota Ambon Richard Louhenpessy pada tanggal 27 September melalui Surat Keputusan No 711 Tahun 2019 yang berlaku mulai tanggal 26 September sampai 9 Oktober 2019. Beliau menegaskan bagian-bagian wilayah yang memiliki status tanggap darurat gempa bumi kota Ambon tahun 2019.
Selain itu, walikota Ambon juga mengeluarkan surat Keputusan No 712 Tahun 2019 tentang Pembentukan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana (Posko PDB) Gempa Bumi Kota Ambon.
ada 25 ribu orang mengungsi di beberapa tempat sejak kamis kemarin. Mereka mengungsi akibat rumah mereka rusak dan roboh akibat gempat. Tetapi, sebagian pengungsi juga lebih memilih mengungsi di tenda daripada harus pulang ke rumah karena merasa khawatir jika gempa datang kembali.
BNPB juga masih membutuhkan kebutuhan pokok bagi pengungsi dan korban gempa berupa obat-obatan, minuman, makanan, terpal, tenda, dan kebutuhan lainnya yang di perlukan oleh pengungsi.
Menurut data yang didapat, terdapat 534 rumah rusak akibat gempa dan 12 rumah ibadah, 6 sekolah, 8 kantor pemerintahan, 1 fasilitas kesehatan serta 1 jembatan rusak parah. Selain itu, terdapat 1 pasar rusak parah yaitu pasar apung yang terdapat di daerah Desa Tulehu.
Rentetan kejadian gempa bermula pada hari Jumat (27/09) dengan kekuatan 3,1 skala richter hingga hari Sabtu dini hari (28/09). Rentetan gempa yang terjadi :
Pukul 21.44 WIB dengan magnitudo 3,4 SR Pukul 20.59 WIB berkekuatan 3,6 SR Pukul 20.54 WIB dengan kekuatan 3,5 SR. Pukul 19.47 WIB, 18.53 WIB, dan 18.28 WIB.
Dari rentetan gempa tersebut dipastikan tidak adanya potensi tsunami, dimana sebelumnya ada isu kabar bahwa akan terjadi tsunami.
“Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly, seperti dikutip Antara.
Sumber : cnnindonesia.com
daerah,featured
ambon,gempa,gempa-bumi,maluku
ambon,gempa,gempa-bumi,maluku
Artikel yang berjudul “Bertambahnya Korban Jiwa dan Luka-luka Akibat Gempa di Maluku” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment