Muktamar Partai Bulan Bintang (PBB) berlangsung hari ini, Kamis
(26/9/2019) di tanjung Pandan, Belitung. Seluruh peserta muktamar satu suara
memilih kembali Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum. Dengan begini Yusril
akan memimpin PBB untuk periode 2019-2024.
Rencana awalnya, muktamar kelima PBB ini akan dibuka oleh presiden Joko
Widodo. Akan tetapi kerusuhan yang melanda ibukota membatalkan rencana tersebut.
Sidang muktamar PBB akhirnya dipimpin oleh Sekjen PBB, Afriansyah Noor. Selain
merekomendasikan sosok Yusril untuk memimpin partai, muktamar juga menerima
laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Pusat PBB periode 2014-2019.
Proses jalannya muktamar berlangsung lancar dan cepat. Penuh dengan rasa
kekeluargaan. Sekaligus meredam isu perpecahan yang menerjang PBB. Ada selentingan
kabar yang mengatakan PBB tidak akur lagi dengan beberapa ormas pendukungnya.
Ormas yang disebut sebagai wali amanah itu dari 2005-2019 dinilai tidak
berbuat apa-apa buat partai. Tidak pernah memberi saran, pertimbangan dan ikut
memenangkan partai dalam pemilu. Wali amanah dianggap tidak melaksanakan AD-ART
PBB.
Akhirnya, wali amanah menarik dukungannya pada PBB. Ada rencana mereka
akan mendirikan partainya sendiri.
Ketua umum yang terpilih nantinya akan dibantu majelis syuro dan ketua
mahkamah partai untuk segera menyusun kepengurusan periode lima tahun mendatang
ini.
Setelah terpilih, Yusril diberikan waktu selama 30 hari untuk melaksanakan
proses penyusunan kepengurusan tersebut. Selain itu, ia diminta menyempurnakan
anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, tafsir asas partai, khittah
perjuangan partai dan program umum partai.
Usai terpilih lagi secara aklamasi, Yusril berjanji bahwa partai yang
dipimpinnya ini akan terus berkontribusi secara nyata. Ikut berpartisipasi kepada
negara baik di dalam maupun di luar pemerintahan. PBB akan teguh dengan
ideologi partai.
Menyadari PBB telah mengalami penurunan suara dalam pemilu, Yusril meminta
semua kader untuk tidak kecewa dan berkecil hati.
Yusril menyebut hal itu sudah biasa terjadi. Partai kecil bisa menjadi
besar dan sebaliknya partai besar menghilang atau tenggelam.
Dalam muktamar ini bisa dikatakan posisi Yusril Ihza Mahendra memang kuat.
Ia mendapat dukungan dari 514 cabang dan 34 DPW. Tidak heran bisa kepilih
kembali menjadi ketua umum.
Menariknya, dalam muktamar ini, PBB membacakan dukungan kepada pemerintahan
Jokowi-Ma’ruf Amin.
Deklarasi tersebut dibacakan oleh Sekjen PBB dan diikuti seluruh
pengurus DPP dan ketua DPW. Isi dukungan itu antara lain:
Pertama, PBB mendukung penuh Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan
wakil presiden yang terpilih secara konstitusional demi mewujudkan visi
Indonesia lima tahun ke depan baik secara politik dan profesional.
Kedua, PBB siap bekerjasama dengan pemerintah dan mendukung jalannya
pemerintahan dalam bingkai NKRI.
Ketiga, pernyataan sikap partai adalah bentuk tanggung jawab untuk
mendukung secara tulus ikhlas guna bersama pemerintahan tanpa dilandasi oleh
kepentingan pribadi dan organisasi.
Sumber:Ide Nasional
politik
ketua-umum,pbb,yusril-ihza-mahendra
ketua-umum,pbb,yusril-ihza-mahendra
Artikel yang berjudul “Yusril Kembali Jadi Ketua Umum PBB Secara Aklamasi” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment