Sebelumnya, Kapolsek Tebet Kompol Alam Nur membantah, aksi tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta, sebagai modus baru untuk mengelabui aparat akan adanya transaksi narkotika.
Dia menduga, tawuran yang kerap terjadi di Manggarai, Jakarta Selatan karena adanya kesenjangan sosial. Dia mengetahui hal itu sejak menjabat Kanit Reskrim Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan selama lima tahun.
“Lima tahun di Setiabudi saya tahu itu. Setahu saya sih dari dulu ada kesenjangan saja antara seberang sana sama seberang sini. Menteng Tenggulun, Menteng Jaya, Pasar Rumput, sama Manggarai,” kata Alam Nur.
“Iya itu kan depan Pasar Rumput ada jalan dari Menteng ke arah Jalan Sultan Agung tuh yang sebelum jembatan Jayakarta yang baru itu. Nah itu kan banyak mobil dari sana, terus Jalan Aultan Agung kan macet, pak ogahnya itu dari Menteng Tenggulun sama Menteng Jaya itu omzetnya kan gede, itu bisa jutaan sehari,” kata Alam Nur.
Jadi dugaan pemicunya salah satunya yang paling besar.
“Karena mata pencaharian mereka kan alakadarnya, mau cari buat rokok segala macam, sementara mereka nggak mau berbagi orang seberang,” beber dia.
Artikel yang berjudul “4 Fakta Terbaru Usai Tawuran di Manggari Kembali Pecah, Benarkah karena Dendam?” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment