Ide Nasional, Jakarta – Tim pengendali ekosistem hutan Balai Besar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menemukan sekelompok macan tutul jawa dan macan kumbang, yang diyakini populasinya meningkat.
Berdasarkan hasil pemantauan kamera trap yang dipasang selam kurun tiga tahun terakhir, populasi satwa eksotis tersebut setiap tahunnya diketahui bertambah.
Proses pemantauan kamera sengaja ditempatkan di sejumlah lokasi meliputi hutan kawasan Kabupaten Bogor, Sukabumi sampai Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tujuannya untuk mengetahui keberadaan satwa dilindungi itu beserta persebaran habitatnya.
“Saat ini jumlah macan tutul dan kumbang di TNGHS diperkirakan ada 40 ekor. Selama 3 tahun terjadi peningkatan setiap tahunnya sebesar 5 persen,” kata Kepala Balai TNGHS Awen Supranata, Sabtu (7/9/2019).
Kamera trap saat itu selain merekam macan tutul dan macan kumbang, juga memotret satwa lainnya yang dilindungi yakni owa jawa dan elang jawa.
“Burung elang jawa jumlahnya lebih dari 200 ekor dan owa jawa bahkan jumlahnya lebih banyak lagi,” kata dia.
Sekitar tahun 2000, status owa jawa di TNGHS masuk dalam kategori Critically Endangered atau langka terancam punah. Penurunan jumlah populasi owa jawa disebabkan karena perburuan liar dan perusakan hutan.
“Sekarang statusnya sudah tidak kritis. Tapi dengan kembali meningkatnya jumlah populasi bukan berarti ancaman tidak akan terjadi lagi,” terang Awen.
Artikel yang berjudul “Populasi Macan Tutul di Gunung Halimun Salak Meningkat 5 Persen Tiap Tahunnya” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment