Banyak orang berpikir negatif terhadap anak yang berkebutuhan khusus. Namun, Maria Clara Yubilea mematahkan pandangan banyak orang bahwa terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Bahkan, mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Jerman UNY ini berhasil lulus di usia 19 tahun sebagai wisudawan termuda dengan Predikat Cumlaude.
Lala demikian remaja ini biasa dipanggil, dinyatakan sebagai anak berkebutuhan khusus sejak masih anak-anak. Hal itu ditunjukkan dengan perilaku serta pola pikir yang tidak wajar dibandingkan dengan anak-anak sebayanya.
“Sejak anak-anak, Lala itu rajin bertanya. Dia akan terus bertanya jika sesuatu yang ingin diketahuinya belum terjawab. Kadang-kadang kita sampai capek menjawabnya,“ ujar Patria Taslim, ibu Lala kepada sejumlah wartawan di Kampus UNY Selasa (3/9/2019). Diungkapkan Patria, pihaknya sempat merasa sedih melihat perilaku Lala.
Sebab, Lala selalu berbuat di luar kewajaran. Pikirannya kritis dan suka bertindak di luar kewajaran. Karena itu, banyak orang menjulukinya sebagai pembuat onar. “Waktu masih SD banyak teman sekolah yang menjulukinya sebagai trouble maker“ ujar Patria.
Karena dianggap sebagai anak yang berbeda, maka sejak anak-anak Lala sering dibully teman-teman sekolahnya. Bahkan saat usia 13 tahun Lala “mogok” sekolah, karena merasa trauma dibully teman-temannya.
Lala dan Sang Ibu Saat Wisuda Bareng
Patria pun kemudian mengusahakan pendidikan luar sekolah atau home schooling, agar Lala tetap memperoleh pendidikan dan justru dari pendidikan luar sekolah ini kejeniusan Lala mendapatkan ruang berkembang secara maksimal. Selain pelajaran umum sekolah, Lala juga belajar beberapa bahasa asing. Dalam waktu singkat bahasa Inggris, Jepang, Jerman dan Perancis.
Menyadari ada hal yang berbeda, orang tua Lala pun kemudian membawanya ke psikolog. Setelah dilakukan uji IQ ternyata hasilnya sangat mengejutkan karena Lala ternyata termasuk anak jenius. Lala mempunyai IQ dengan skor 145.
Untungnya Lala terlahir dari keluarga yang sangat akademis. Berangkat dari kesadaran tersebut, demi dapat mendampingi sang putri secara paripurna, Patria kemudian melanjutkan kuliah Paska Sarjana UNY Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Niatnya semata-mata agar memperoleh ilmu yang memadai dalam mengasuh Lala. Bahkan, Patria dan Lala dapat merampungkan studi di UNY dan di wisuda dalam waktu yang bersamaan, pada Sabtu (31/8/2019) lalu.
Prestasi yang diperoleh ibu dan anak ini mendapat apresiasi khusus dari UNY. Bahkan, atas prestasi yang diraih Lala, UNY memberikan beasiswa kuliah S2 kepada Lala, karena UNY menilai Lala adalah mahasiswa yang sangat luar biasa.
“Kalau perlu tidak harus menunggu tahun depan. Minggu depan dia boleh langsung masuk kuliah“ ujar Rektor UNY Prof. DR. Sutrisna Wibawa M.Pd. Namun tawaran tersebut tak begitu menarik bagi Lala. Sebab Lala mempunyai rencana untuk study lanjut di Amerika, agar potensi kejeniusan yang dimilikinya dapat berkembang secara maksimal.
“Saat ini saya masih mencari-cari beasiswa. Dan belum memutuskan untuk kuliah dimana. Incaran saya kalau bisa di UCLA“ ujar Lala.
edukasi
mahasiswa,maria-clara-yubilea,uny
mahasiswa,maria-clara-yubilea,uny
Artikel yang berjudul “Ber-IQ Tinggi, Remaja Jenius Ini Raih Gelar Sarjana di Usia 19 Tahun” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment