Setiap orang yang sudah memiliki pasangan dan menjalin bahtera rumah tangga tentunya memiliki harapan untuk hidup harmonis dan bahagia selama menjalani kehidupan rumah tangga.
Perjalanan rumah tangga juga tak melulu berjalan mulus sebagaimana mestinya, perbedaan pendapat atau salah paham datang tanpa diminta dan menjadi bumbu-bumbu yang manis dalam menjalankan suatu hubungan yang sudah disepakati sebagai komitmen bersama.
Tapi tak semua orang berpendapat demikian dan tak mampu mengatasi permasalahan yang datang dengan cara yang menurut sebagian orang dapat diselesaikan bersama. Hingga akhirnya memilih jalan perceraian sebagai jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi.
Perceraian sebenarnya bisa saja dicegah jika kedua pihak saling keterbukaan dan berpikir panjang atau mempertimbangkan dulu beberapa hal yang menjadi pilihan tersulit dalam hidup. Karena tak semua masalah dalam mahligai rumah tangga selesai dengan masalah perceraian. Justru hal ini akan membuat masalah baru pada psikologis anak.
Anak yang menjadi salah satu korban broken home misalnya, mereka akan merasa terasing, berbeda, aneh, penutup, atau terkadang membuat masalah dalam hidupnya demi mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
Mereka akan berulah atau bertindak yang menurutnya itu hal biasa tapi tidak di mata orang lain, tujuannya apalagi kalau bukan mendapat perhatian orang lain terutama orangtuanya. Meskipun kita tahu tak semua anak yang menjadi korban broken home berbuat demikian.
Namun ada baiknya bagi pasangan yang mau memutuskan bercerai sebagai jalan keluar dari masalah, cobalah berpikir panjang lagi. Coba lihat buah hati kalian yang masih polos dan butuh kasih sayang dari kedua orangtuanya, yang masih terlalu dini memahami perceraian dan bahkan bingung setelah itu tinggal atau ikut bersama siapa.
Apa kalian tega melihat wajah murung dari anak kalian? Apa kalian yakin dapat menghibur luka batin mereka? Apa kalia yakin sanggup menjalani dua posisi sekaligus? Mungkin kalian yang sudah mantap bercerai akan mengatakan akan sanggup menjalani semua pertanyaan itu.
Tapi bagaimana dengan anak kalian, Apa mereka mengerti arti perceraian? Apa kalian juga akan sanggup menjawab pertanyaan mereka,
“Mengapa harus berpisah jika bersatu masih bisa dilakukan?”,
“Mengapa tidak saling memaafkan?”,
“Mengapa kalian tidak seperti orangtua yang lain?”,
“Mengapa kalian tidak berpikir panjang mengambil jalan ini?”,
“Mengapa aku tidak seperti anak lain yang mendapatkan kasih sayang dari orangtua yang utuh?”.
Apa kalian sudah bisa menjawab pertanyaan ini nantinya. Silahkan dipikirkan kembali hal terbaik untuk keluarga anda. Semoga bermanfaat.
parenting
alasan-sebuah-perceraian,broken-home,cerai,keluarga,perceraian,perceraian-jalan-terbaik
alasan-sebuah-perceraian,broken-home,cerai,keluarga,perceraian,perceraian-jalan-terbaik
Artikel yang berjudul “Sering Bertengkar, Apakah Perceraian Jalan Terbaik? Ini Jawabannya” ini telah terbit pertama kali di:
No comments:
Post a Comment